Pak Gun
Sigit
Gunawan lahir di Pekalongan pada 10 Maret 1930. Masa kecilnya hidup
berpindah-pindah mengikuti kedua orang tuanya. Pada umur 12 tahun, beliau
menetap di Purworejo. Beliau merupakan anak ke empat dari tujuh bersaudara. Masa
keclnya sangat sulit karena keadaan ekonomi kedua orang tuanya. Beliau tidak
dapat melanjutkan sekolahnya. Pendidikannya terhenti hanya sampai di jenjang
SMA di Purworejo. Kemudian mengikuti jejak kakaknya sebagai tentara Angkatan
Darat, beliau masuk AKMIL di Magelang.
Setelah menamatkan pendidikannya di AKMIL, Sigit
Gunawan menikah dengan Ibu Raden Roro Sukengsih pada 21 Juni 1942. Lalu pindah
ke kota Magelang. Profesi Bapak Sigit Gunawan saat itu menjadi Tentara Perang
Nasional ndonesia ABRI Angkatan Darat 1945. Karena tuntutan tugas, Bapak Sigit
Gunawan dan Ibu Sukengsih berpindah-pindah. Hingga memiliki tujuh orang anak
yaitu Kusumaning, Sigit Kuswanto, Idha Gutami, Gunarti, Iriani, Erna Setyawati,
Gutama, dan Irfan Gunarto.
Bapak Sigit GUnawan dan Ibu Sukengsing menetap di
Mabad (Markas Besar Angkatan Darat) di Jakarta hingga pension. Lalu pindah dan
menetap di Magelang beserta anak-anaknya. Kini, Bapak Sigit Gunawan dan Ibu
Sukengsih memiliki 17 orang cucu. Pada 21 Desember 2012, Bapak Sigit GUnawan
wafaft karena sakit jantung. Beliau dimakamkan di Makam Pahlawan Giriloyo
dengan gelar Pahlawan Revolusi Pejuang 1945. Beliau meninggalkan seorang istri.
7 orang anak, 17 cucu, dan 13 cicit.
